> Indonesia > Detail Berita
Assyabaab, Klub Arab asal Surabaya yang Mewarnai Sejarah Panjang Sepak Bola Indonesia
{by} indosport.com


Al kisah ada klub sepak bola asal Surabaya yang kehadirannya bukan hanya unik, namun juga mampu mencatatakan sejarah panjang di sepak bola Indonesia, bernama Assyabaab.

Buat Sebagian besar penggemar sepak bola belakangan ini, nama klub Assyabaab mungkin akan sangat asing di telinga. Bahkan saat mendengar nama tersebut, mungkin akan banyak yang berpikir bahwa Assyabaab adalah klub asal Timur Tengah atau merupakan klub Arab.


Tidak salah memang, jika menyebut Assyabaab adalah klub Arab. Dengan nama khas Arab, Assyabaab memang merupakan klub yang juga didirikan oleh orang Arab. Namun bukan oleh orang Arab yang jauh di Timur Tengah, melainkan orang-orang keturunan Arab yang ada di Surabaya, tepatnya di wilyah Ampel.

Dengan keunikan tersebut, Assyabaab juga mempunyai sejarah Panjang di sepak bola Indonesia. Sebab keberadaan mereka sudah ada sjak tahin 1930 silam atau sebelum era kemerdekaan Indonesia.

Saat itu di wilayah Amperl Surabaya, yang banyak berdomisili warga keturunan Arab, Assyabaab berdiri, dengan nama kala itu adalah An Nasher atau secara harfiah berarti kemenangan.

Pada awal didirikan oleh Yislam Murtak, Salim Barmen, Mohammad bin Said Martak, dan Mohammad Bahalmar, Al Nasher hanya sebuah perhimpunan olah raga yang tujuannya untuk menunjukan eksistensi masyarakat keturunan Arab, sekaligus wadah mereka berolah raga. Tak mengherankan kemudian jika bukan hanya sepak bola, namun juga ada pencak silat dan bola voli.

Baru di tahun 1932 An Nasher kemudian bergabung dengan NIVB (Nederlandsch Indische Voetbal Bond) atau federasi sepakbola di Hindia Belanda sehingga mereka bisa mengikuti kompetisi internal Federasi Sepak Bola Surabaya, SVB (Soerabhaiasche Voetbal Bond). 

Memasuki masa pendudukan Jepang, komeptisis sepak bola jadi lebih sering vakum. Meski sempat ada, kompetisi tak berjalan secara reguler pada masa itu. An Nasher sendiri sempat berganti nama menjadi Al Faouz. Atau yang dalam Bahasa Arab juga masih berate ‘kemenangan’.

Memasuki era kemerdekaan, tepat di tanggal 16 Juni 1948 sebuah perubahan besar terjadi. Diprakasai oleh Zein bin Agil, Aly Bahalwan, Mochtar, dan Ali Salim, nama Al Faouz akhirnya Kembali diganti. Menjadi Assyabaab yang artinya Pemuda. Naman yang etrus melekat hingga kini.

Dengan nama yang yang berbauh Arab, pada tahun 1964s empat ada wacana untuk menganti nama Assyabaab menjadi Putra Indonesia.

Namun wacana yang mendapatkan pertentangan dari sejumlah pengurus internal, akhirnya usai setelah ditengahi Menteri Olah Raga kala itu, Maladi. Yang menyarankan agar nama Assyabaab tetap digunakan. Seperti ada juga beberapa klub lainnya di Indonesia yang memiliki nama berbau Arab kala itu seperti Al Badar, Hizbul Wathon, dan Al Hilal.

Pada era Galatama yang dimulai pada tahun 1979/80, Assyabaab turut serta ambil bagian. Posisi mereka cukup bisa bersaing, bahkan sempat juara Divisi I Galatama di tahun 1990. Prestasi itu akhirnya pada tahun 1991, membuat perusahaan Salim Group datang menjadi sponsor utama mereka. Hingga nama klub bertambah menjadi Assyabaab Salim Group.

Nama itu juga yang mereka pakai Ketika ambil bagian di era Liga Indonesia dimulai musim 1994/95. Saat itu Assyabaab Salim Group mampu mencuri perhatian. Mereka bisa bertengger di peringkat tiga Wilayah Barat sehingga lolos ke babak 8 besar.

Tapi saying di babak 8 besar itu mereka berada satu grup dengan Persib Bandungd an Petrokimia Gresik. Mereka kalah saing dan hanya berada di peringkat tiga, dari dua klub yang kelak menjadi finalis itu.

Sempat menghiasi iga Indonesia beberapa musim setelahnya, Assyabaab Salim Group akhirnya harus puas terdegradasi di musim 1996/97. Di tahun 1997 itu juga akibat terpaan krisis moneter, kebangkrutan Salim Grup membuat Assyabaab Salim Group harus ikut bubar sebagai klub profesional.

Namun meski bubar sebagai klub professional pada 1997, sejatinya Assyabaab masih ada hingga kini. Dengan status sebagai klub amatir, bagian dari internal Persebaya Surabaya.

PSSI Jateng Berharap 19 Klub Liga 3 Musim Lalu Kembali Berpartisipasi

Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah berharap 19 klub Liga 3 yang mengikuti kompetisi zona Jawa Tengah tahun lalu kembali ambil bagian dalam kompetisi tahun ini.Hal ini diutarakan langsung oleh Edi Sayudi selaku ketua Asprov PSSI Jateng. Namun ia menjelaskan bahwa pihaknya tetap siap menggelar kompetisi walaupun jumlah pesertanya akan berkurang mengingat pandemi Covid-19 cukup berdampak pad...

Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI
Covid-19
{by} indosprot.com
Pelatih Ingin Segera Gelar Latihan, Begini Respons Manajemen PSIS

Manajemen PSIS Semarang merespons keinginan tim pelatih untuk segera menggelar latihan, menyusul akan digulirkannya Shopee Liga 1 2020 mulai 1 Oktober mendatang.Menurut CEO PSIS, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya, pihaknya belum bisa memberikan jawaban apapun terkait hal itu. Sebab, sampai saat ini masih menunggu perizinan dan semacamnya."Pelatih memang ingin 1 Agustus, tapi saya ditanya, saya belum...

PSIS Semarang
Shopee Liga 1 2020
{by} Bola.net
Calon Pemain Naturalisasi Ini Setuju Lanjutan Liga 1 Tanpa Penonton

Gelandang Bhayangkara FC, Lee Yoo-joon setuju apabila lanjutan Liga 1 2020 digelar tanpa penonton. Hal itu untuk menekan penyebaran virus corona yang masih berlangsung di Tanah Air.Meski demikian, Lee mengimbau agar klub, PSSI dan pihak yang terlibat menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal itu untuk membuat pemain nyaman saat bertanding."Tentu saya setuju. Yang terpenting adalah masing-masin...

Bhayangkara FC
Lee Yoo-joon
Liga 1 2020
{by} indosprot.com
Kompetisi Bergulir 1 Oktober, Otavio Dutra Tak Sabar untuk Segera Bermain

Bek Persija Jakarta, Otavio Dutra menyambut antusias kembali bergulirnya shopee Liga 1 2020. Pemain kelahiran Brasil tersebut tidak sabar untuk kembali bertanding.Menurut rencana, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu akan kick off pada 1 Oktober mendatang. Dutra juga ingin segera berlatih dengan tim Macan Kemayoran."Menurut saya sangat bagus (kompetisi akan segera bergulir)," kata Ot...

Persija Jakarta
Otavio Dutra
shopee Liga 1 2020
{by} Bola.net
Penjaga Gawang Persela Diminta Tingkatkan Intensitas Latihan

Pelatih Kiper Persela Lamongan, Erick Ibrahim menginstruksikan dua penjaga gawangnya untuk meningkatkan intensitas latihan. Mengingat kompetisi akan bergulir pada 1 Oktober mendatang.Erick meminta Reky Rahayu dan Rio Agatha meningkatkan latihan agar kondisinya tidak terlalu drop saat kembali ke tim. Sebab, dalam waktu dekat Persela akan segera menggelar latihan.Menurut rencana, Persela akan mengge...

Persela Lamongan
Erick Ibrahim
{by} Bola.net
PSMS Medan Kurang Setuju Markas PSPS Jadi Tuan Rumah Home Tournament Liga 2

Pelatih PSMS Medan, Philep Hansen, mengaku kurang setuju andai markas atau home base dari PSPS Riau menjadi salah satu untuk tuan rumah putaran pertama home tournament Liga 2 2020.Hal itu diutarakan langsung oleh pelatih asal Pekanbaru, Riau itu karena markas PSPS, Stadion Kaharuddin Nasution, dinilai kurang bagus untuk menghelat sebuah laga untuk Liga 2.Sebab sebagaimana diketahui bahwa PSPS bers...

PSMS Medan
Philep Hansen
{by} indosprot.com
On This Day: Quattrick El Loco Bawa Persik Menang dengan Nyaris Setengah Lusin Gol

Empat gol Cristian Gonzales membawa Persik Kediri memenangi Derbi Jawa Timur atas Persema Malang hingga nyaris setengah lusin gol, pada pekan lanjutan Liga Indonesia Divisi Utama Wilayah Timur di Stadion Brawijaya, Rabu (13/07/05).Periode itu memang menjadi panggung istimewa bagi Cristian Gonzales. Ya, striker berjulukan El Loco itu nyaris memborong semua gol kemenangan Persik saat melumat tim Las...

Cristian Gonzales
Liga Indonesia
Persik
{by} indosprot.com
PT LIB akan Temui Gugus Tugas, Begini Reaksi Bos PSIS

PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB) selaku operator liga berencana menemui Gugus Tugas Covid-19 untuk membahas persiapan kompetisi baik Liga 1, Liga 2, mau pun Liga 3.Akhmad Hadian Lukita selaku direktur utama PT. LIB membenarkan agenda tersebut. Khususnya PT. LIB ingin berkonsultasi soal protokol kesehatan yang bisa diterapkan di sebuah pertandingan sepak bola tanpa kehadiran penonton. “Menyangkut ...

PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB)
Covid-19
{by} indosprot.com
Kata Pelatih Persela Soal Pemotongan Gaji, Ancaman Eksodus Pemain, dan Kompetisi Tanpa Degradasi

Pelatih Persela Lamongan, Nil Maizar menanggapi sejumlah topik yang kini ramai diperbincangkan di sepak bola Tanah Air. Mulai dari pemotongan gaji, eksodus pemain, hingga regulasi kompetisi tanpa degradasi.Seperti diketahui, Shopee Liga 1 2020 akan kembali diputar mulai 1 Oktober mendatang setelah sebelumnya vakum akibat COVID-19. Kemudian dijadwalkan berakhir pada 28 Februari 2021.Namun, diputarn...

Persela Lamongan
Nil Maizar
Shopee Liga 1 2020
{by} Bola.net
Dari Era Perserikatan Hingga Liga Indonesia, Ini 5 Stopper Lokal Berkelas di PSM Makassar

PSM Makassar merupakan salah satu tim besar di Indonesia dan kerap diperkuat oleh bek lokal berkelas.PSM merupakan tim yang dikenal kerap menampilkan permainan cepat dan keras. Karakter petarung dan militan melekat kental pada pemain berdarah Makassar, khususnya para bek tengah Juku Eja.Tampilan bek yang tanpa kompromi dalam mengawal striker lawan kerap jadi tontonan yang menghibur suporter PSM Ma...

​PSM Makassar
Makmur Chaeruddin
{by} Bola.net
Dalian Aerbin(féminines)
06/03/2019 04:00 VS Pas commencé
Dalian Aerbin(féminines)
Classement
D E
Matchs joués
73.5% Victoires 26.5%
Pts: 82 Rang: 1 Pts: 82 Rang: 1
Domicile
73.5% Victoires 26.5%
Pts: 82 Rang: 1 Pts: 82 Rang: 1
Extérieur
73.5% Victoires 26.5%
Pts: 82 Rang: 1 Pts: 82 Rang: 1
Últimos 6
73.5% Victoires 26.5%
Pts: 82 Rang: 1 Pts: 82 Rang: 1
Derniers 8 paris (AH)
D E
G P G P G P G P
Victoires: 62.50%
G P G P G P G P
Victoires: 62.50%
Plus
Rang
Équipe
Pts
Rang
Équipe
Pts
Rang
Équipe
Pts
Rang
Équipe
Pts
Rang
Équipe
Pts
Rang
Équipe
Pts